Ayah, Izinkan Aku Ikut Ke Masjid

Malam ini malam pertama Ramadhan di mana aku telah mendapat izin untuk ikut shalat tarwih di masjid. Alhamdulillah ayah telah menepati janjinya untuk mengizinkan aku ke masjid saat usia 7 tahun.

Aku duduk rapih di shaf terakhir, hatiku bahagia meski sedikit gugup. Sesekali aku memegangi simpul sarung, sekadar memastikan saat berdiri nanti tidak melorot, dan merapihkan songkok besar pemberian paman, agar tidak menutupi pandanganku.

Kegiatan shalat berjamaah berjalan tertib. Tak ada canda atau tawa anak-anak karena setiap dua atau tiga anak didampingi satu orang dewasa sebagai pembimbing.

Ayahku seorang bilal di kampung kami, beliau harus duduk di shaf paling depan. Setiap selesai salam, ayah selalu menoleh ke arahku, sekadar memastikan aku menaati semua tata tertib sesuai pesannya.

Puluhan tahun telah berlalu dan kini cucu beliau telah seusia denganku waktu itu. Kini giliran aku yang harus mendidik kedua cucu beliau dengan sebaik-baiknya, seperti yang telah diamanahkan kepadaku sebelum beliau memejamkan mata untuk selamanya. Ayah pergi tepat di bulan Ramadhan tiga tahun lalu, semoga khusnul khatimah, aamiiin..

Suatu hari putera sulungku bertanya, “Kenapa sih setiap ke masjid aku harus duduk paling pinggir dan mepet tembok? Kenapa gak gabung sama anak-anak yang lain?


Nanti setelah dewasa kamu akan tahu, Nak jawabku sambil membelai rambutnya yang ABCD (Abri Bukan Cepak Doang).

*207 words



Seni Lukis

Saya tidak begitu tertarik dengan seni lukis. Alih-alih bisa melukis dengan kuas, untuk menikmati lukisan hebat saja saya sering gagal.

Kalaupun dipaksa harus menyukai lukisan, mungkin saya lebih memilih aliran abstrak. Untuk melukis, saya lebih senang dengan metode cahaya. Melukis dengan cahaya. Tentu saja dengan bantuan alat canggih bernama camera hehe..

Di laman Facebook "Bogor Herritage" ada teman pelukis bernama Diana yang sering memposting hasil karyanya dan berhasil mencuri perhatian saya. Menurut saya yang awam, lukisannya cukup bagus. Yang membuat saya lebih tertarik adalah objek lukisannya yang menyasar tempat-tempat bersejarah di Kota Bogor, terutama lukisan Jembatan Merah-nya.

Berikut beberapa karya Diana yang saya unduh dari laman FB "Bogor Herritage" atas seijin pelukisnya, lumayan untuk menghias blog yang gak keurus ini.

Jembatan Merah





Mengapa Harus Ke Dokter Gigi?




Beberapa hari terakhir ini saya merasakan ngilu pada gigi. Awalnya saya pikir biasa saja, mungkin pengaruh makanan atau minuman. Tapi setelah sekian hari rasa ngilu bukannya berkurang malah bertambah.

Akhirnya pagi ini saya ke dokter gigi untuk mengadu nasib. "Wooo, pantas..." kata dokter setelah melakukan observasi. Sayapun kaget. "Waduh! Jangan jangan kerusakannya parah" batinku, sambil tetap membuka mulut.

Selama ini saya merasa sudah cukup dengan menyikat gigi secara rutin dua kali sehari, ternyata saya salah. Setiap orang yang punya gigi harus ke dokter gigi secara berkala meski tanpa keluhan.

Yang terjadi pada beberapa gigi saya adalah bagian leher mulai terbuka, tidak lagi tertutup oleh gusi sehingga menjadi sensitif terhadap berbagai rangsangan dari luar. Penyebabnya adalah cara saya menggosok gigi salah. YAng benar adalah gigi harus disikat sesuai arah tumbuhnya. 

"Tapi, Dok. Itu kan teori. Praktiknya susah. Yang penting kan gigi jadi bersih"

"Menyikat gigi secara serampangan dan kasar akan merusak gigi dan gusi!” tegas dokter.

Dokter kemudian memberikan beberapa advice tentang apa dan bagaimana saya harus menjaga kesehatan gigi.


Gigi bungsu yang tumbuhnya tidak normal harus dicabut
.
Perlu diketahui bahwa di usia saya yang masih terbilang ABG ini, gigi saya sudah berkurang satu. Gigi yang paling bontot tumbuhnya nyerong, jadi harus dieksekusi beberapa tahun lalu. Itu pertama kali saya menemui dokter gigi. Tentunya saya tidak mau gigi saya tanggal sebelum jadi kakek-kakek. Karena itu saya telah berjanji kepada diri sendiri untuk lebih menjaga kesehatan gigi dan mengunjungi dokter gigi secara berkala.

Sepulang dari dokter gigi tadi pagi, saya sempat browsing dan mendapat satu referensi yang sangat baik untuk belajar tentang kesehatan gigi. Dari artikel tersebut saya jadi tahu penyebab gigi ngilu dan cara merawatnya.

Satu hal yang membuat saya kaget setelah ke dokter gigi adalah ternyata salah satu gigi geraham saya terdapat lubang. Meski lubangnya masih sangat kecil tapi kalau dibiarkan bisa semakin parah.

Jangan tunggu gigi rusak baru ke dokter gigi!

Hanya ada dua alasan Anda tidak perlu merawat gigi. Pertama, Anda naiknya motor matic. Kedua, Anda ingin menetap di Afrika.


Hanya orang Afrika yang merasa ganteng dengan gigi ompong